? ??????????????????? ????Easy Install Instructions:???1. Copy the Code??2. Log in to your Blogger account
and go to "Manage Layout" from the Blogger Dashboard??3. Click on the "Edit HTML" tab.??4. Delete the code already in the "Edit Template" box and paste the new code in.??5. Click "S BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS ?

Senin, 29 Maret 2010

PENGEMBANGAN SDLC

Abstrak

Sebuah sistem yang baik tentu saja selalu ter-update dan ter-maintain baik dari sisi content dan teknologinya. System Development Life Cycle menjadi salah satu guidelines bagaimana sistem dikelola.Pengelolaan sistem dibanyak literatire dan studi kasus merupakan porsi terbesar dari sebuah SDLC. Isu yang berkembang saat ini bagaimana SDLC ditransformasikan menjadi System Implementation Life Cycle (SILC) yang lebih fokus pengelolaan dan implementasi sistem dengan perspektif jangka panjang. Studi kasus ini di lakukan dengan meneliti sistem inti dari perusahaan penerbangan dan perbankan. Dengan adanya studi ini diharapkan memberikan leson learned bagaimana good paradigm bagi CIO, engineer, and manajemen dalam mengelola sistemnya.

Pendahuluan

Fenomena gunung es dalam pengembangan dan pengelolaan sistem informasi diberbagai organisasi tentu saja sudah tidak aneh bagi kebanyakan kita yang bergelut dibidang manajemen TI/SI. Memang problem klasik yang terasa adalah pengembangan-pengembangan sistem informasi masih terfokus kepada pengembangannya, sementara aspek implementasi dan pengelolaan menjadi terfikirkan belakangan. Dalam studi saya 3 tahun lalu terhadap 10 perusahaan besar di Jakarta, mendapatkan dari 10 perusahaan yang mengimplementasikan ERP untuk pengelolaan keuangan, SDM dan pelaporan mengalami permasalahan sebagai berikut:

  1. Sistem tersebut berjalan hanya dalam waktu 3-6 bulan secara rata-rata
  2. memasuki bulan ke 6 masalah yang muncul adalah terdeteksinya fungs-fungsi bisnis perusahaan yang tidak ter-cover dalam sistem baru tersebut
  3. Perubahan atau update-ing sistem informasi dilakukan tidak bisa berjalan direct update, terpaksa dilakukan re-engineering dengan skala besar-besaran.
  4. Efek kejadian ini banyak perusahaan terpaksa beralih kembali ke sistem yang lama, membeli sistem yang baru, dan hanya sedikit yang bertahan dengan mengeluarkan investment cost yang semakin besar.

Lesson Learned

Saya meneliti 2 maskapai penerbangan international dan satu bank internasional untuk melihat bagaimana mereka mengelola sistem. Sengaja studi ini saya tidak menyebutkan perusahaan tersebut karena untuk privasi dan terkait perjanjian kesepahaman dengan mereka.

Observasi dilakukans selama kurang lebih 3 bulan dimulai Oktober s.d Desember 2009. Dua perusahaan penerbangan tersebut memang mengandalkan sistemnya baik di back endnya sebagai “main frame” untuk menangani lalu lintas data yang super update dan sangat banyak. Sistem yang dibangun benar-benar berbasis teknologi super computing. Sistem informasinya sendiri full web based dengan dukungan teknologi webservice, ajax, third parties application, channel payment terintegrasi dan lain sebagainya. Setiap hari tidak kurang dari 500.000 access tercatat secara rata-rata dari berbagai negara. perusahaan ini mencoba fokus untuk memberikan kemudahan, sistem yang simpel dan fleksibilitas dan user interface dan experiences penggunaannya, dengan tidak meninggalkan ciri/style perusahaan pada sistemnya.

Sementara yang perusahaan perbankan juga tidak jauh beda. Walaupun untuk trafik rate disekitar 100.000 access per hari, mereka berfokus pada kemudahan dan keamanan transaksi onlinenya. Dukungan supercomputer dan sistem yang terpadu dalam satu paket vendor penyedia, menyebabkan solusi yang ditawarkan memang benar-benar terintegrasi.

Good Practices

Dari hasil observasi dan analisa ada beberapa poin penting yang ingin saya share dan bisa menjadi contoh-contoh baik bagaimana meng-update dan mengelola sistem dengan baik.

  1. Sistem yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang saya sebutkan diatas melakukan pengelolaan sistem intinya (main frame, database, etc) setiap 2-3 bulan sekali by design. Maksudnya sistem di cek, di audit dan di pastikan berjalan normal dengan berbagai skenario setiap 2-3 bulan sekali tanpa harus menunggu “kecelakaan” sistem.
  2. Aktivitas yang dilakukan dalam poin1 tersebut benar-benar memfokuskan pada operasional normal sistem, backup system dan disaster planningnya.
  3. Untuk sistem yang berada di interface untuk digunakan user/penggunanya, mereka melakukan kegiatan updating dan maintain 2 minggu sekali. Meski demikian monitoring terhadap operaional dan fungsional feature adalah day by day.
  4. Untuk melakukan itu semua CIO masing-masing perusahaan membuat sebuah “core team” yang bertugas me-manage dan fokus pada updating dan maintainning system dan content.
  5. Eksekusi updating dan uploading sistem yang terbaharui dilakukan pada jam psikologis, misalnya waktu dini hari dengan asumsi menganalisa trafik yang tidak sibuk. Social representation dijaga dengan baik dengan cara pemberitahuan sejak dini adanya kegiatan updating ini disertai ekspektasi selesai dan tentu saja helpdesk kontak.

salah satu report dari Cyber Security team di perusahaan ini menyatakan bahwa percobaab serangan dari pihak luar secara ilegeal telah terjadi dengan rata-rata per 2 minggu-an, sehingga strategi updating dan maintaining saat ini di strategikan bisa mengantisipasi dan face-to-face dengan security problem yang potensial bisa hadir sewaktu-waktu.

DI KUTIP DARI GOOGLE.COM

0 komentar: